Kamis, 28 Juni 2012

Mungkinkah Penemuan Alien Mengguncang Keyakinan?

detail berita
CALIFORNIA - Penemuan kehidupan di luar Bumi mungkin bisa mengguncang posisi kemanusian kita di jagad raya. Tapi menurut para ahli, hal ini tidak akan mengancam iman seseorang.

Menurut para peneliti, kepercayaan terhadap agama tetap kuat meskipun kemajuan ilmu pengetahuan telah membuktikan bahwa Bumi bukan pusat jagad raya. Karena hal itu, kepercayaan mungkin saja tidak akan terguncang karena terdeteksinya alien.

"Saya menganggap ada alasan bahwa pada awalnya kita berpikir ini akan menimbulkan masalah. Firasat saya, yang akan terjadi tidak akan separah imajinasi kita," ujar Director of Interstellar Message Composition di Search for Extraterrestrial Intelligence (SETI) Institute, Doug Vakoch seperti dilansir Live Science, Kamis (28/6/2012).

Injil, Al-Quran dan kitab suci utama lainnya di dunia menekankan bahwa Tuhan memiliki perhatian khusus pada mahluk hidup di Bumi. Berdasarkan hal tersebut, penemuan alien (berupa mikroba di Mars atau sinyal dari peradaban di luar tata surya) terlihat menakutkan dalam hal menjadikan keberadaan manusia dan Bumi tidak lagi sangat spesial.

Tak Sendiri di Tata Surya

Belakangan ini semakin banyak planet asing yang ditemukan. Hal ini makin mengingatkan manusia bahwa mereka bukanlah pusat tata surya. Para ilmuwan telah mendeteksi lebih dari 700 planet di luar sistem tata surya kita dan ribuan lainnya menunggu untuk dikonfirmasi dan diamati.

Beberapa eksoplanet tersebut berukuran kecil dan berbatu, seperti Bumi. Orbit plenet-planet ini pun beberapa terletak di jarak yang tepat dari bintang utamanya atau berada di zona yang bisa dihuni. Ketepatan jarak itu memungkinkan kehadiran air dalam bentuk cair.

Selain itu, pada awal abad ke-duapuluh, banyak orang yang menyebut kanal di Mars sebagai bukti kuat adanya peradaban cerdas di Planet Merah. pada rentang 1990-an pun para ilmuwan mengumumkan penemuan sesuatu yang diduga sebagai fosil mikroskopis (microfossil) di meteor dari Mars.

Lebih lanjut lagi dikatakan, berita bahwa manusia bukan satu-satunya penghuni jagad raya tampaknya tidak akan hadir sebagai guncangan besar. Pasalnya sejumlah besar orang di Amerika Serikat (AS) dan negara lain telah yakin ada alien di luar sana.

"Jika Anda bertanya pada sebagian orang mengenai keberadaan alien, umumnya mereka menjawab ya. Ini pendapat umum. Setidaknya survei terakhir yang saya lakukan menunjukkan kebanyakan orang Amerika meyakini keberadaan alien.

Sumber : OkezoneTekno

6 Alasan Mengapa Orang Merokok

Meski telah mengetahu bahaya merokok bagi kesehatan dirinya sendiri dan orang lain, tapi banyak orang yang tetap merokok. Tak dapat dipungkuri bahwa merokok merupakan kebiasaan dari kondisi mental yang sulit untuk dihindarkan. Merokok bisa disebabkan oleh beberapa situasi kondisi psikologis (cemas dan stres).
Larangan-larangan merokok sudah dikeluarkan oleh pemerintah di berbagai belahan dunia. Pajak untuk rokok dan produk tembakau lain sudah ditinggikan. Tetapi, kenapa orang tetap merokok?
Berikut ini adalah enam hal yang memicu orang tergiur untuk merokok:
Kopi di pagi hari
Hampir semua perokok melakukan ritual pagi ini. Asyiknya menyeruput kopi hangat tak lengkap tanpa godaan sebatang rokok. Cobalah hindari kebiasaan ini dengan menyibukkan diri setelah bangun tidur dengan cara menyiapkan sarapan, mandi, atau merapikan rumah. Gantilah kopi pagi hari dengan segelas susu atau jus untuk hidup yang lebih sehat.
Mengemudi
Mengemudi adalah pemicu merokok yang sangat umum. Suasana yang sepi terkadang menggoda kita untuk merokok agar terhindar dari rasa mengantuk. Jika hal ini kerap Anda lakukan saat mengemudi, cobalah untuk bernyanyi bersama radio, memutar CD, atau mengunyah permen karet untuk menghindar rasa ngantuk.
Lingkungan sosial
Berkunjung ke pesta atau sebuah perayaan memicu seseorang untuk merokok. Terutama saat mereka terlibat dengan alkohol. Untuk mengurangi ketagihan merokok saat bersosialisai, pastikan Anda beritahu sahabat Anda jika telah berhenti merokok. Kegiatan sosialisasi pun dapat terantisipasi dengan berkunjung ke bioskop, berjalan-jalan atau tempat gym.
Stres
Untuk membantu mengurangi stres, sebagian orang menggunakan rokok untuk meredakannya. Tak hanya itu, rokok juga kerap digunakan untuk orang yang sedang menjalani program diet. Merokok dapat membuat orang mudah terasa kenyang.
Istirahat di jam kerja
Waktu istirahat juga menjadi pemicu umum orang merokok di kantor. Untuk menguranginya, Anda dapat berjalan-jalan mencari udara segar di kantor atau Anda dapat menghabiskan waktu istirahat dengan rekan Anda yang tidak merokok.
Emosi negatif
Perasaan marah, sedih dan kesepian juga dapat memicu orang kecanduan rokok. Sangat penting belajar bagaimana menghadapi emosi negatif.
Sumber : VIVAlife

Mitos dan Fakta Seputar Donor Darah

Belum banyak orang yang terketuk hatinya untuk mendonorkan darahnya. Sebagian masih terbelenggu sejumlah mitos yang memunculkan ketakutan-ketakutan tanpa dasar.

Jangan terjebak mitos keliru yang menghalangi Anda berbuat kebaikan untuk orang lain! Kenali kebenaran dari mitos berikut, seperti disampaikan praktisi kesehatan sekaligus aktivis donor darah, dr. Diana Leiwakabessy.

Donor darah membuat tubuh gemuk
Fakta: Tidak benar
Mendonorkan darah tidak akan membuat tubuh menjadi gemuk. Setelah mendonorkan darah, kita memang dianjurkan untuk mengkonsumi banyak makanan. Ini bukan dalam rangka menimbun lemak, tapi untuk mengembalikan cairan dalam tubuh dan volume darah yang sebelumnya didonorkan.

Mendonorkan darah justru akan merangsang tubuh untuk membakar 650 kalori, setara dengan berlari 45 menit di atas treadmill. Jadi faktanya, mendonorkan darah membuat fisik bertambah sehat.

Donor darah membuat pusing
Fakta: Tidak benar
Bagi beberapa orang efek ini timbul bukan karena berkurangnya jumlah darah dalam tubuh, melainkan karena kurangnya kadar oksigen dalam otak. Jika ini terjadi, atasi dengan memperbanyak minum air putih. Sebisa mungkin hindari meminum kopi sebelum donor darah, makan terlebih dahulu dan istirahat yang cukup.

Donor darah membuat tubuh lemas
Fakta: Tidak benar
Mendonorkan darah tidak akan membuat tubuh lemas. Justru akan membuat tubuh menjadi lebih bugar. Munculnya rasa lemas ini biasanya karena usai donor darah Anda langsung terkena paparan sinar matahari, mengemudi kendaraan, atau merokok.

Sumber : VIVAlife

4 Makanan Penjaga Ketajaman Mata

Kesehatan tubuh sepertinya lebih diasumsikan dengan pencegahan serangan jantung, kolesterol, diabetes, dan segala macam gangguan serius. Namun, apakah Anda juga memperhatikan kesehatan mata? Kacamata sebagai alat bantu, bukan jawaban aman untuk masalah ini. Anda juga harus memperhatikan kualitas mata dengan asupan nutrisi yang diperlukan. Berikut beberapa pilihan makanan yang sangat bersahabat dengan mata.

- Tiram
Kandungan terbaik pada tiram, yakni seng, juga sangat dibutuhkan untuk kesehatan mata. Mineral ini akan membantu produksi melanin dalam tubuh, dan pigmen yang membantu melindungi mata dari efek bahaya sinar ultraviolet. Namun, hindari tiram mentah yang sering terkontaminasi bakteri. Jenis makanan lain yang juga mengandung seng seperti kepiting, daging sapi, ayam, dan lobster juga sangat disarankan untuk menjaga kesehatan mata.

- Telur
Telur, terutama bagian kuningnya kerap dikaitkan sebagai makanan yang memperburuk kolesterol. Tapi di sisi lain, kandungan luteinnya bekerja sebagai antioksidan yang melindungi mata dari katarak, dan menjamin tidak bertambahnya angka minus. Dibandingkan dengan jenis makanan yang lain, tubuh lebih mudah menyerap lutein yang berasal dari telur. Atau jika Anda tidak terlalu suka telur, alternatif lutein yang lain bisa didapatkan dari bayam, sawi, dan kangkung.

- Ikan salmon
Selain menjaga kesehatan jantung, omega-3 yang merupakan asam lemak dalam ikan dapat mengurangi risiko yang berkaitan dengan degenerasi maculaMaculasendiri di Amerika banyak diderita para usia lanjut dan menjadi penyebab utama kebutaan. Kekurangan asupan omega 3 juga membuat mata menjadi lebih kering.
- Susu
Khasiatnya untuk tulang tidak perlu diragukan. Ternyata susu juga sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata. Vitamin D-nya merupakan anti inflamasi untuk melindungi ketajaman pengelihatan. Tentu saja Anda harus memilih susu rendah lemak, untuk mengurangi resiko yang lainnya.

Sumber : VIVAlife
Baca Juga : 10 Makanan Untuk Kesehatan Mata

Suku Korowai, Suku Kanibal yang Ada di Papua

12 Hari bersama para kanibal, berani?
Di sebelah selatan pulau Papua terdapat daerah berawa yang eksotis, diapit oleh dua sungai besar dan gunung-gunung di sebelah utara. Namun daerah ini sulit untuk ditinggali. Tak hanya itu, kawasan seluas 600 km persegi ini bukannya tak bertuan. Wilayah tersebut adalah wilayah kekuasaan Suku Korowai, satu-satunya suku kanibal yang diyakini masih tersisa hingga sat ini.
Keberadaan suku Korowai atau Kolufu ini sendiri baru diketahui pada tahun 1970-an lalu, di mana seorang misionaris Kristen datang ke sana dan mulai hidup bersama suku Korowai. Dari misionaris ini pula lah pada akhirnya suku Korowai mempelajari bahasa mereka, yaitu bahasa Awyu-Dumut, sebuah bahasa dari wilayah tenggara Papua.
Pada tahun 1979, misionaris Belanda tersebut mendirikan sebuah pemukiman yang disebut Yarinuma. Di sini tinggal suku Korowai yang telah terbuka pada dunia luar. Biasanya yang datang kemari adalah anggota suku Korowai yang masih muda.
Selanjutnya, kunjungan lain juga dilakukan oleh Rupert Stasch, seorang antropolog dari Reed College, Oregon. Stasch tinggal selama 16 bulan bersama suku Korowai untuk mempelajari kebudayaan mereka. Hasil penelitiannya ini kemudian diterbitkan dalam jurnal Oceania. Pada bulan Januari - Februari 2011, tim Human Planet BBC juga mendatangi suku Korowai untuk mengabadikan kebudayaan mereka yang unik dalam membangun rumah.
Masyarakat suku Korowai membangun tempat tinggal mereka di atas pohon dan disebut "Rumah Tinggi." Rumah-rumah panggung ini didesain sedemikian rupa untuk melindungi diri mereka dari banjir, kebakaran, atau serangan hewan liar. Dalam satu rumah panggung biasanya tinggal satu klan. Di dalamnya, tempat tinggal mereka dibagi menjadi dua, daerah untuk para pria dan wanita. Para peneliti menganggap suku Korowai sebagai suku yang cerdas karena mampu membangun konsep perkampungan pada wilayah yang sulit untuk ditinggali.
Di antara para peneliti dan antropologi yang datang melihat suku Korowai, mungkin yang paling fenomenal adalah kunjungan seorang jurnalis bernama Paul Raffaele yang menetap selama empat hari bersama suku Korowai. Dalam majalah Smithsonian, Raffaele menjabarkan perjalanan empat harinya pada bulan Mei 2006 lalu dengan jelas.
Raffaele, melalui Smithsonianmag.com menjelaskan bahwa meskipun masyarakat suku Korowai memiliki kebiasaan memakan daging manusia, namun hal tersebut tak mereka lakukan setiap saat. Setiap harinya mereka hidup dengan mengonsumsi berbagai macam hasil alam seperti sagu, pisang, palem, pakis, dan hewan-hewan yang bisa diburu. Selain mengonsumsi hewan-hewan buruan seperti burung kasuari, ular, kadal, rusa, atau babi hutan, masyarakat suku Korowai juga memenuhi nutrisi mereka dengan makan larva kumbang.
Masyarakat pemburu Korowai yang pada kesehariannya hanya mengenakan pakaian dari dedaunan ini memiliki berbagai macam bentuk senjata yang disesuaikan dengan hasil buruannya. Misalkan tombak khusus untuk membunuh babi hutan, menebang sagu, atau untuk membunuh manusia.
Berdasarkan keterangan Kembaren, pemandu wisata Raffaele saat itu, meskipun masyarakat Korowai masih memiliki kebiasaan untuk memakan daging manusia, namun ritual ini sudah semakin berkurang pada masyarakat Korowai yang mulai mengenal dunia luar. Masyarakat Korowai tidak mengonsumsi daging manusia secara sembarangan. Berdasarkan kepercayaan yang mereka anut, suku Korowai hanya membunuh manusia yang dianggap melanggar aturan dalam kepercayaan mereka. Salah satunya jika salah seorang warga diketahui sebagai tukang sihir ataukhuakhua.
Warga yang dicurigai sebagai khuakhua akan diadili. Jika banyak bukti kuat yang memberatkannya, maka dia akan segera dibunuh dan dimakan. Kembaren mengatakan bahwa anggota tubuhkhuakhua yang telah mati akan dibagi-bagikan pada semua warga, sementara otaknya akan dimakan selagi hangat. Orang yang membunuh khuakhua adalah yang berhak menyimpan tengkoraknya. Bagi masyarakat Korowai, membunuh dan memakan daging manusia adalah bagian dari sistem peradilan pidana mereka. Setelah mereka memakan habis tubuh khuakhua, mereka akan memukul-mukul dinding rumah tinggi mereka dengan kayu sambil bernyanyi semalaman.
Bagi orang di dunia luar yang modern, kanibalisme mungkin adalah hal yang sangat tak masuk akal dan mengerikan. Namun kenyataannya, hingga saat ini terdapat sekelompok orang, salah satunya suku Korowai yang mempraktikkan budaya tersebut. Seperti keterangan Kembaren, hampir semua orang dalam suku Korowai pernah ikut memakan daging manusia. Jadi, bagi mereka kanibalisme bukan merupakan hal yang tabu dan bisa dilakukan kapan saja.
Terlepas dari kanibalisme yang mereka anut, keunikan cara hidup dan kebudayaan suku Korowai rupanya juga menarik bagi para agen pariwisata Indonesia. Salah satunya adalah Indonesia Travel yang menawarkan kunjungan wisata selama 12 hari untuk tinggal bersama dengan suku Korowai. Anda akan dibawa untuk menginap bersama di rumah tinggi suku Korowai, mengunjungi Yarinuma, memakan makanan mereka, serta ikut menjalani kehidupan mereka. Bagaimana? Apakah Anda cukup berani untuk melewatkan 12 hari bersama para kanibal ini?.
Sumber : Merdeka.com

7 Dasar-dasar Fotografi

7 Dasar-dasar fotografi
Fotografi adalah seni mengambil gambar dengan menggunakan kamera. Meskipun Anda menempatkan fotografi sebagai sebuah hobi dan tidak untuk ditekuni secara profesional, setidaknya Anda perlu memahami dasar-dasar tentang fotografi seperti yang dilansir dari eHow (23/06) berikut ini.
Komposisi
Komposisi adalah pengaturan objek yang akan diambil gambarnya. Ada sebuah aturan bernama the rule of thirds yang membuat Anda harus membayangkan bingkai persegi panjang menjadi sembilan bagian yang berukuran sama. Anda membutuhkan garis-garis vertikal dan horizontal bayangan kemudian mencoba untuk menyelaraskan objek utama agar komposisi tampak seimbang dan estetis.
Tekstur
Tekstur merupakan kebutuhan sebuah foto yang membutuhkan kecermatan oleh si pengambil foto. Tekstur melibatkan foto berupa kompleksitas permukaan sepotong kayu atau kain bermotif yang seolah bisa disentuh setelah gambar diambil.
Kedalaman
Kedalaman adalah penciptaan rasa tiga dimensi dalam sebuah foto. Kedalaman ini bisa diciptakan dengan mengatur fokus, pembingkaian dan sudut pandang. Fokus melibatkan banyak zoom pada beberapa objek tertentu, sehingga ia akan tampak begitu bening sementara sekelilingnya buram. Sementara pembingkaian melibatkan identifikasi objek yang tampak dekat, meskipun sebenarnya jauh.
Garis
Di dalam sebuah foto, garis membimbing mata fotografer untuk memperhatikan sekitar objek, sehingga menghasilkan foto yang menarik. Misalnya, garis yang tidak sama bisa dianggap sebagai penyampaian suasana hati yang berbeda. Garis horizontal berarti stabilitas, vertikal adalah kekuasaan, kekuatan, dan pertumbuhan, sementara diagonal menyampaikan tindakan dan dinamisme.
Cahaya
Cahaya adalah salah satu dasar yang harus benar-benar Anda pahami jika ingin memotret. Sebab fotografer harus tahu berapa banyaknya cahaya dan arah cahaya yang bisa mempengaruhi hasil foto. Arah datangnya cahaya merupakan esensi penting yang mengacu pada lokasi dan sumber asli cahaya untuk menentukan distribusi bayangan pada foto.
Pola dan bentuk
Ada tiga jenis aspek yang mendukung pola dan bentuk, yaitu, ritme, simetri, dan segitiga. Ritme adalah bentuk foto yang diulang, kemudian simetri merupakan foto yang diambil dari dua sisi yang berbeda, sementara segitiga terbentuk dalam sebuah foto oleh sebuah garis diagonal. Adanya pola dan bentuk akan membuat foto tampak lebih menarik.
Titik pandang
Dasar memotret terakhir adalah titik pandang posisi foto diambil. Titik pandang yang berbeda antara fotografer dapat menghasilkan foto dan persepsi yang berbeda. Hasil foto dari titik pandang rendah berarti dominasi, kekuatan, dan otoritas. Sebaliknya, titik pandang tinggi menyampaikan kerentanan dan kelemahan.
Setelah memahami dengan baik dasar fotografi, Anda bisa terus belajar dengan semakin sering memotret berbagai objek menarik yang Anda temukan.
Sumber : Merdeka.com

Anjing Akan Menguap Saat Pemilik Menguap

 Pemilik menguap, anjing pun ikut menguapPenelitian yang dilakukan oleh ilmuwan dari University of Porti di Portugal menunjukkan bahwa hampir 50% anjing akan ikut menguap ketika mendengar suara orang menguap. Namun, jika yang didengar adalah suara pemiliknya, maka anjing akan lima kali lebih sering merespon dengan ikut menguap.

Peneliti menyatakan bahwa hal ini membuktikan sisi empati anjing kepada pemiliknya, dan bahwa anjing bisa mengerti apa yang dirasakan oleh pemiliknya.

"Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa anjing memiliki kemampuan untuk berempati dengan manusia," kata Karine Silva, seorang ahli biologi perilaku dan ketua penelitian ini pada Daily Mail.

Penelitian sebelumnya menemukan bahwa anjing adalah salah satu dari beberapa hewan yang senang menguap. Hewan lainnya termasuk simpanse, dan babon.

Berdasarkan Times of India, penelitian ini mengamati 29 anjing yang telah tinggal dengan pemiliknya minimal enam bulan. Mereka merekam suara pemilik anjing yang sedang menguap dan memainkan rekaman itu, bersama dengan rekaman suara orang lain yang juga menguap.

Anjing dalam penelitian ini diberikan dua sesi selama satu minggu dan jumlah menguap untuk setiap suara yang dimainkan.

Penelitian ini menunjukkan bahwa ketika anjing mendengar suara pemilik mereka menguap, kemungkinan besar mereka akan ikut menguap jika dibandingkan dengan ketika menggunakan suara orang lain. Para ilmuwan berpendapat bahwa penelitian ini memberikan pengetahuan baru mengenai hubungan manusia dan anjing.
Sumber : Merdeka.com

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More